Pengenalan bahasa Jepang

Sepatah dua patah tiga patah kata patah semua

Bahasa Jepang itu bahasa yang malas.

Itu kata orang Jepang sendiri loh. Kenapa?

Karena dalam penyampaiannya, bahasa Jepang tidak membutuhkan kalimat yang lengkap-lengkap amat seperti bahasa Inggris atau bahasa Indonesia yang ada Subjek dan Predikat. Orang Jepang bisa menyingkat kalimat, misalnya dibutuhkan Subjek + Predikat + Objek, bisa disingkat dengan menghilangkan Subjek, atau menghilangkan Subjek dan Objek dan hanya tersisa Predikat atau kata kerja saja loh.

Kayaknya sih itu mirip bahasa Indonesia sehari-hari ya? Bahasa Indonesia percakapan loh bukan penulisan.

Nih ya kalimat lengkap versi bahasa-bahasa sok lengkap Subjek dan Predikat:

Bob: Alice wa sensei desuka? – Apakah Alice adalah guru?

Alice: Hai, watashi wa sensei desu. – Iya, saya adalah guru.

Bob: Alice wa ikimasuka? – Apakah Alice akan pergi?

Alice: Iie, watashi wa ikimasen. – Tidak, saya tidak pergi.

Lalu lihat ini:

Bob: Alice wa sensei? – Alice guru? (nada bertanya)

Alice: Hai, sensei. – Iya, guru.

Bob: Iku? – Pergi? (nada bertanya apakah Alice pergi atau tidak)

Alice: Iie, ikujanai. – Tidak, tidak pergi.

Mirip kan kayak orang Indonesia kalau ngomong, asal sudah mengerti tentang apa Subjek bisa hilang. Penghilangan Subjek dan Objek tidak hanya berlaku untuk bahasa kasual saja, tapi juga dalam bahasa halus. Nanti akan dibahas apa itu bahasa Jepang halus dan halus banget.

Nah loh…

Fufufufu…harus berpikir seperti itu agar lebih mudah.

OKAY!!!